Pemantauan meteorologi melacak parameter atmosfer, termasuk: Parameter Dasar: Suhu, kelembaban, tekanan udara, kecepatan/arah angin. Presipitasi & Radiasi: Curah hujan/salju, iradiasi matahari, indeks UV. Indikator Cuaca Ekstrem: Petir, jarak pandang, PM2.5, dan polutan lainnya. Perangkat utama: Stasiun cuaca (sensor terintegrasi meliputi Sensor Radiasi, sensor pemantauan angin, Sensor Suhu Udara. Kelembaban. Tekanan), satelit, dan LiDAR. Aplikasi: Peringatan Bencana: Melacak topan dan badai hujan. Optimalisasi Pertanian: Memandu penanaman/pemanenan menggunakan data iklim. Manajemen kualitas udara perkotaan: Mengurangi kabut asap dan pulau panas (manajemen kualitas udara Beijing). Manajemen Energi: Mendukung operasi pembangkit listrik tenaga angin/surya (basis tenaga angin Xinjiang).
MEMBANGUN EKOSISTEM PINTAR BARU
Menyediakan Layanan Cloud Big Data loT
Memungkinkan Peningkatan Produk dan Layanan loT
Pemantauan Meteorologi
Sensor Suhu. Kelembaban. Tekanan
Sensor suhu dan kelembaban digunakan untuk mendeteksi suhu dan kelembaban lingkungan secara akurat, dan dapat diperluas ke sensor tekanan atmosfer dan kualitas udara, cocok untuk rumah kaca, kota pintar, dan stasiun pegunungan tinggi, memungkinkan pengambilan keputusan yang adaptif terhadap iklim.
Sensor Radiasi
Klasifikasi sensor radiasi matahari: a) Pengukur intensitas radiasi matahari: Juga dikenal sebagai radiasi matahari total (radiasi langsung + radiasi difus). Sensor ini banyak digunakan di stasiun meteorologi, sistem energi surya, dan penelitian pertanian. b) Radiometer langsung: Mengukur radiasi matahari langsung, juga dikenal sebagai iradiansi normal langsung (DNI). Sensor ini digunakan dalam penilaian sumber daya energi surya, desain sistem energi surya, dan penelitian atmosfer. c) Pengukur intensitas radiasi permukaan: Mengukur radiasi inframerah gelombang panjang yang dipancarkan dari permukaan bumi dan atmosfer. Sensor ini sangat penting untuk mempelajari anggaran energi bumi, penelitian iklim, dan prakiraan cuaca. d) Sensor Cahaya dan Efektif (PAR Meter): Data radiasi fotosintetik aktif sangat penting untuk penelitian pertumbuhan tanaman, fotosintesis tanaman, dan indeks vegetasi. e) Sensor ultraviolet (sensor UV): Sensor ultraviolet dirancang khusus untuk mengukur tingkat radiasi ultraviolet dari matahari. Sensor ini diterapkan dalam iradiasi ultraviolet untuk tujuan pemantauan kesehatan manusia, pemantauan lingkungan, dan proses sterilisasi ultraviolet. f) Spektroradiometer: Spektroradiometer mengukur seluruh spektrum elektromagnetik radiasi matahari dan memberikan informasi spektral yang terperinci. Sensor ini digunakan dalam penelitian energi surya, penelitian atmosfer, dan karakterisasi material.
Sensor Angin
Sensor kecepatan dan arah angin (atau anemometer) klasifikasi umum dan PENGGUNAAN meliputi: Sensor kecepatan angin umumnya diklasifikasikan menjadi sensor kecepatan angin mekanis (terutama termasuk tipe baling-baling dan tipe cangkir angin), sensor kecepatan angin udara panas, sensor kecepatan angin tabung pitot, dan sensor kecepatan angin ultrasonik. Sensor arah angin terutama meliputi sensor arah angin mekanis dan sensor arah angin fotolistrik (yang memberikan keluaran informasi arah angin digital atau analog dan diterapkan di stasiun meteorologi, satelit meteorologi, navigasi penerbangan, dan prakiraan cuaca). Sensor arah angin ultrasonik dan sensor arah angin magnetik (menentukan arah angin dengan mengukur perubahan medan magnet). Ini dapat memberikan informasi arah angin yang stabil dan akurat untuk digunakan dalam navigasi maritim, observasi cuaca, dan penelitian kelautan.
Stasiun Cuaca Kompak
Stasiun cuaca terintegrasi kami terutama meliputi: stasiun cuaca ultrasonik profesional, stasiun cuaca ultrasonik mini, stasiun cuaca komprehensif yang disesuaikan, stasiun cuaca portabel, dan stasiun cuaca yang dipasang di kendaraan. Biasanya mengintegrasikan sensor suhu, kelembaban, tekanan, angin, hujan, dan radiasi. Tambahan opsional: PM2.5, PM10, CO2, sensor tanah, panel surya, dan modul RTU untuk transmisi dan analisis data.