Sensor konduktivitas air kami yang canggih dirancang untuk pengukuran yang terus-menerus dan akurat dalam berbagai lingkungan. Dengan output digital RS-485 menggunakan protokol Modbus RTU standar, ini menyederhanakan koneksi ke sistem kontrol modern, menyediakan data kualitas air yang penting untuk kontrol proses, kepatuhan, dan keselamatan.
Fitur Utama
Dual Parameter Output: Simultaneously measures and outputs both Electrical Conductivity (EC) and Total Dissolved Solids (TDS).
Komunikasi Digital: Antarmuka RS-485 dengan protokol Modbus RTU untuk kekebalan noise yang sangat baik dan integrasi yang mudah dengan PLC, DCS, sistem SCADA, layar sentuh, dan pencatat data.
Konstruksi Tahan Lama: Peringkat tahan air IP68 memastikan perlindungan lengkap terhadap perendaman dalam waktu lama, menjadikannya ideal untuk lingkungan yang keras atau terendam.
Instalasi Mudah: Memiliki ulir pipa NPT 3/4" untuk instalasi penyelaman yang sederhana atau pemasangan langsung ke dalam pipa, tangki, dan wadah.
Rentang Pengukuran Luas: Rentang yang dapat dipilih (0–20 µS/cm dan 0–200 µS/cm) sangat ideal untuk memantau dari air murni hingga berbagai pasokan air.
Memahami EC dan TDS
Apa itu Konduktivitas Listrik (EC)?
Konduktivitas Listrik adalah ukuran kemampuan air untuk menghantarkan arus listrik. Kemampuan ini terkait langsung dengan konsentrasi ion (seperti garam, mineral, dan senyawa anorganik) yang terlarut dalam air. Air murni, air suling memiliki konduktivitas yang sangat rendah, sementara air dengan lebih banyak ion terlarut memiliki konduktivitas yang lebih tinggi. Ini dilaporkan dalam mikrosiemens per sentimeter (µS/cm) atau milisiemens per sentimeter (mS/cm).
Apa itu Total Dissolved Solids (TDS)?
TDS mewakili konsentrasi total semua zat anorganik dan organik yang terlarut dalam air, biasanya dinyatakan dalam bagian per juta (ppm) atau miligram per liter (mg/L). Ini dapat mencakup mineral, garam, logam, kation, dan anion.
Hubungan Antara EC dan TDS
TDS diturunkan secara empiris dari pengukuran Konduktivitas Listrik. Karena ion terlarut menghantarkan listrik, nilai EC yang lebih tinggi umumnya sesuai dengan nilai TDS yang lebih tinggi. Sensor menghitung TDS menggunakan faktor konversi (biasanya antara 0,5 dan 0,7) yang diterapkan pada pembacaan EC. Ini memberikan perkiraan yang nyaman dari kandungan padatan terlarut tanpa memerlukan analisis terpisah yang kompleks.
Singkatnya: EC adalah langsung pengukurankandungan ionik, sedangkan TDS adalah nilai yang dihitungditurunkan dari EC untuk memperkirakan massa padatan terlarut.
Model | Sensor EC air BGT-WEC(K) | |||||
Rentang pengukuran | 0~20.00 μS/cm | 0~200.00 μS/cm | 0~5000,00 μS/cm | 0~200,0 mS/cm | 0~400 mS/cm | |
Resolusi | 0.01μS | 0,1μS | 1μS | 0.1mS | 0,1mS | |
Presisi | ±1,5%F.S. | |||||
Suhu kerja | 0~65℃ | |||||
Tekanan kerja | <0.6MPa | |||||
Catu daya | 12~24VDC ±10% | |||||
Output sinyal | RS-485(Modbus/RTU)(Output ganda 4-20mA, RS485 Modbus dan 4-20mA Kustom) | |||||
Bahan yang dibasahi | ABS/SUS316L(Default)/PVC | |||||
Metode pemasangan | Pemasangan celup, ulir NPT 3/4 | |||||
Panjang kabel | 5 meter, panjang lain dapat disesuaikan | |||||
Kompensasi suhu | Kompensasi suhu otomatis (Pt1000) | |||||
Kalibrasi | Kalibrasi dua titik | |||||
Konsumsi daya | <0.3W@12V | |||||
Tingkat perlindungan | IP68 | |||||
A sensor EC air adalah perangkat yang digunakan untuk mengukur konduktivitas listrik (EC) air, yang mencerminkan seberapa baik air dapat menghantarkan arus listrik. Karena konduktivitas bergantung pada konsentrasi garam, mineral, dan ion terlarut (seperti natrium, klorida, kalsium, magnesium), EC umumnya digunakan sebagai indikator kualitas air.
Cara kerja
Sensor memiliki dua atau lebih elektroda yang menerapkan tegangan listrik kecil melalui air.
Ion dalam air membawa arus antara elektroda.
Semakin banyak ion terlarut, semakin tinggi konduktivitasnya (nilai EC).
Apa yang diberitahukan EC kepada Anda
EC Tinggi = lebih banyak garam/mineral terlarut (air bisa sadah, asin, atau tercemar).
EC Rendah = air lebih murni dengan lebih sedikit ion (seperti air suling atau air deionisasi).
EC sendiri tidak mengidentifikasi ion mana yang ada, hanya konsentrasi keseluruhannya.
Satuan
Diukur dalam µS/cm (mikrosiemens per sentimeter) atau mS/cm (millisiemens per sentimeter).
Sering berkorelasi dengan TDS (Total Dissolved Solids) dalam ppm.
Rentang EC untuk Air Murni (konduktivitas air murni)
Air ultra-murni: ~0,055 µS/cm
Air DI/distilasi lab praktis: ~0.1 – 3 µS/cm
Aplikasi
Pertanian: Memantau salinitas tanah atau air irigasi untuk mencegah kerusakan tanaman.
Akuakultur: Memastikan keseimbangan mineral yang tepat untuk kesehatan ikan/udang.
Pasokan air minum: Memeriksa kontaminasi atau kandungan mineral yang berlebihan.
Pengolahan air industri: Memantau air boiler, air pendingin, atau air limbah.
Pemantauan lingkungan: Mengukur kualitas air sungai, danau, atau air tanah.
Dengan instalasi submersible menggunakan ulir 3/4 NPT, sensor ini mudah dipasang di saluran pipa, tangki, atau pengaturan celup. Dengan peringkat perlindungan IP68, sensor ini sangat tahan terhadap lingkungan yang keras, memastikan kinerja jangka panjang yang stabil.
Sensor ini menyediakan output ganda untuk konduktivitas dan TDS di dua rentang yang dapat dipilih: 0–20 μS/cm dan 0–200 μS/cm, menjadikannya alat serbaguna untuk pemantauan kualitas air yang presisi di sistem perkotaan maupun industri.
