Sensor Kualitas Air untuk Skenario Akuakultur
Sensor Kualitas Air untuk Skenario Akuakultur
Sensor Kualitas Air untuk Skenario Akuakultur
FOB
Metode Pengiriman:
pengiriman ekspres
Detail Produk
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Detail Penting
Metode Pengiriman:pengiriman ekspres
Deskripsi Produk

1. Sistem Akuakultur Resirkulasi (RAS)

Tantangan Inti: Akumulasi racun yang cepat (amonia/nitrit), fluktuasi oksigen terlarut (DO), biaya energi tinggi.

Parameter & Rentang Kritis

Parameter

Rentang Aman

Ambang Batas Bahaya

Oksigen Terlarut

6-8 mg/L

<4 mg/L (asfiksia)

Amonia

0-0.5 mg/L

>1 mg/L (beracun)

Nitrit

0-0.1 mg/L

>0,3 mg/L (mematikan)

Suhu

Spesifik spesies (±1°C)

>variasi 2°C (stres)

Paket Sensor

Penting:

Probe multi-parameter (DO/pH/amonia/suhu, akurasi ±0.1°C)

Sensor kekeruhan (rentang 0-1000 NTU, presisi ±2%)

Sensor ORP (>250 mV untuk peringatan beban organik)

Opsional: Sensor nitrat (pencegahan eutrofikasi)

Integrasi Sistem

Filtrasi mekanis: Filter drum (>90% penghilangan padatan)

Biofiltrasi: media MBBR + generator ozon (konversi amonia 95%)

Proposisi Nilai: Diperkirakan akan ada pengurangan mortalitas 30% + penghematan energi 25% melalui kontrol racun otomatis.

2. Budidaya Kolam

Tantangan Inti: Ledakan alga, fluktuasi DO harian (>4 mg/L), kekeruhan pasca-hujan.

Parameter Kritis

Parameter

Rentang Aman

Skenario Risiko

DO

5-7 mg/L

<3 mg/L (terengah-engah di permukaan)

pH

7.5-8.5

>9,0 (pertumbuhan alga berlebih)

Kekeruhan

<20 NTU

>50 NTU (hipoksia)

water PH EC and DO sensor in acquaculture

Paket Sensor

Sensor DO optik (lapisan anti-alga, ±0,2 mg/L)

Elektroda pH (tahan garam, akurasi ±0,1)

Turbidimeter inframerah (operasi tahan badai)

Solusi: Sekitar 15% FCR lebih baik + 60% lebih sedikit mekarnya alga melalui stabilisasi DO/pH secara real-time.

3. Budidaya Jaring Apung

Tantangan Inti: Stratifikasi DO vertikal, penularan penyakit, biofouling.

Parameter Kritis

Parameter

Rentang Aman

Ambang Batas Risiko

DO

>5 mg/L

<3 mg/L (mematikan)

Salinitas

Spesifik spesies (±2‰)

>5‰ fluktuasi (kejutan osmotik)

Paket Sensor

Sensor DO berlapis kedalaman (permukaan/tengah/bawah)

Sensor konduktivitas pembersih mandiri (akurasi ±1%)

Nilai: Sekitar 40% oksigenasi lebih merata + 35% insiden penyakit lebih rendah.

4. Budidaya Ikan Air Dingin

Tantangan Inti: Stres termal (>18°C), nitrifikasi lambat pada suhu rendah.

Parameter Kritis

Parameter

Rentang Aman

Ambang Batas Bahaya

Suhu

10-15°C

>18°C (gangguan metabolisme)

Nitrat

<50 mg/L

>100 mg/L

Paket Sensor

Sensor DO kriogenik (tidak ada pembekuan elektrolit)

Probe dupleks amonia/nitrat

Hasil: Kelangsungan hidup musim dingin sekitar 25% lebih tinggi dengan presisi ±0,3°C.

5. Budidaya Ikan Hias

Tantangan Inti: Keracunan klorin, ketidakseimbangan klorida.

Parameter Kritis

Parameter

Rentang Aman

Tingkat Bahaya

Klorin

0 mg/L

>0,02 mg/L (fatal)

Paket Sensor

Sensor klorin elektrokimia (deteksi 0,01 mg/L)

Elektroda klorida selektif ion

Hasil: Pengurangan mortalitas sekitar 90% pada spesies bernilai tinggi.

6. Operasi Penetasan

Tantangan Inti: Stres larva, pemberian pakan yang tidak tepat.

Parameter Kritis

Parameter

Rentang Aman

Ambang Batas Risiko

DO

>6 mg/L

<5 mg/L (pertumbuhan terhambat)

Salinitas

Spesifik spesies (±0.5‰)

>2‰ variasi (fatal)

Paket Sensor

Sensor DO skala mikro (akurasi ±0.1 mg/L)

Salinometer yang dikompensasi suhu

Manfaat: Tingkat kelangsungan hidup sekitar 85% + penghematan biaya pakan 30%.


Tinggalkan informasi Anda dan
kami akan menghubungi Anda.
Wechat
WhatsApp