Sebagai infrastruktur kritis nasional, kegagalan struktural bendungan dapat menyebabkan banjir katastropik. Sistem pemantauan modern berfungsi sebagai "jaringan saraf" terintegrasi yang tertanam dalam struktur bendungan, mengubah pertahanan pasif tradisional menjadi manajemen risiko proaktif melalui kontrol loop tertutup penginderaan-analisis-peringatan waktu nyata. Hal ini memungkinkan identifikasi risiko dini (misalnya, propagasi retakan skala 0,1 mm, anomali rembesan mendadak) dan intervensi tepat waktu sebelum ketidakstabilan struktural terjadi, meminimalkan risiko kegagalan bendungan dan memastikan keselamatan operasional. Peristiwa cuaca ekstrem yang sering terjadi dan infrastruktur hidrolik yang menua telah menyebabkan peningkatan risiko keselamatan pada struktur bendungan. Metode pemantauan manual tradisional dibatasi oleh waktu yang buruk, informasi yang terfragmentasi, dan peringatan yang tertunda. Metode tersebut tidak memenuhi kebutuhan manajemen modern. Solusi ini menggunakan arsitektur kolaboratif yang mengintegrasikan sensor multi-sumber, jaringan komunikasi cerdas, dan platform analitik berbasis cloud untuk menciptakan sistem pemantauan seluruh proses secara waktu nyata. Sistem ini meningkatkan kemampuan respons darurat dan penilaian kesehatan bendungan, bergerak menuju tujuan "konservasi air digital."
Subsistem
- Stasiun Terpadu Hujan & Level Air
- Stasiun Siaran Visual-Audio
- Stasiun Pemantauan Tekanan Rembesan & Aliran
- Lapisan Transmisi & Platform
Komponen Inti Sistem Pemantauan Keamanan Bendungan
1. Pemantauan Integritas Struktural
Pelacakan Deformasi
- Susunan Pemosisian GPS: Dipasang di sepanjang puncak dan lereng bendungan, mencapai akurasi horizontal ±2mm / vertikal ±5mm (ditingkatkan oleh BeiDou-3).
- Pemantauan perpindahan GNSS: Didistribusikan di sepanjang zona tegangan tinggi, mendeteksi bukaan retakan 0,05mm (
Ambang batas peringatan: laju ekspansi 0,3mm/dtk).
2. Pengawasan Parameter Hidrologi
Pemantauan Level Air Waduk
- Sensor level piezoresistif/Sensor Level Radar 80 GHz: Pengukuran tanpa kontak dengan jangkauan 0–40m dan akurasi ±1mm (
Mendukung penyesuaian).
Pengukuran Aliran Rembesan
- Bendungan air (Water weir): Dipasang di galeri drainase, mendeteksi variasi aliran 0,01L/dtk.
Deteksi Tekanan Angkat (Uplift Pressure)
- Piezometer psmometer Array: Tertanam di balik dinding kedap untuk memantau tekanan pori (rentang 0–2MPa, akurasi 0,1% F.S.). (
Kritis Konstruksi: Dipasang selama injeksi untuk memverifikasi kinerja anti-rembesan).
3. Peringatan Dini Risiko Lingkungan
Pemantauan Curah Hujan
- Tipping Bucket Rain Gauge: Resolusi 0,2mm, memicu protokol pengendalian banjir pada intensitas >50mm/jam.
Jaringan Stasiun Meteorologi
- Mengukur kecepatan/arah angin, suhu, kelembaban, dan terintegrasi dengan model hidrologi untuk memprediksi dampak penguapan waduk.
Fitur & Keunggulan Sistem
- Sinergi Sensor Multi-Sumber
- Komunikasi & Komputasi Tepi Keandalan Tinggi
- Peringatan Bertingkat Cerdas
- Adaptabilitas Lingkungan & Desain Daya Rendah